Free Adobe Photoshop CS2 Serial Number
Tempat Download Serial Number Gratis, Tag:
Free Download Adobe Photoshop CS2 9.0. Serial Number | Download Serial Number Adobe Photoshop CS29.0. Gratis | Download Adobe Photoshop CS2 9.0. Serial Number | Free Adobe Photoshop CS2 9.0 Serial Number Download | Download Free Serial Number Adobe Photoshop CS2 9.0
Free Download
Adobe Photoshop CS2 9.0.
Serial Number
Klik Untuk Download Gratis Sekarang..!
Read More Add your Comment 0 komentar
Free Adobe Photoshop CS4 Serial Number
Tempat Download Serial Number Gratis, Tag:
Free Download Adobe Photoshop CS4 Serial Number | Download Serial Number Adobe Photoshop CS4 Gratis | Download Adobe Photoshop CS4. Serial Number | Free Adobe Photoshop CS4 Serial Number Download | Download Free Serial Number Adobe Photoshop CS4
Free Download
Adobe Photoshop CS4
Serial Number
Klik Untuk Download Gratis Sekarang..!
Read More Add your Comment 0 komentar
Tukar Link- Link Exchange
Place a link exchange | Free Link Exchange | Increase Pagerank With Link Exchange
Link Exchange Mutually Beneficial | Tempat tukar link | Gratis Tukar Link | Tingkatkan Pagerank Dengan Tukar Link | Tukar Link Saling Menguntungkan
Link Exchange Mutually Beneficial | Tempat tukar link | Gratis Tukar Link | Tingkatkan Pagerank Dengan Tukar Link | Tukar Link Saling Menguntungkan
Terms of exchange links with Blog Semangat-Share:
1. Put a link or banner Blog Semangat-Share on your site.
2. Give comment or write on Guest Book
3. If within 2x12 hours Blog Semangat-Share's link has not been installed
then your link will not been installed too.
1. Put a link or banner Blog Semangat-Share on your site.
2. Give comment or write on Guest Book
3. If within 2x12 hours Blog Semangat-Share's link has not been installed
then your link will not been installed too.
Copy this code to your website to display this banner!







free download

El-Cozan
Partnervermittlung Thailand
Mastra
Arkan Aziz Blog!
Motivasi Kehidupan
Qiraba Blog
Waktunya Cari Uang
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Yur Link Here..
Terima Kasih Telah Bertukar Link Dengan Blog Semangat!
Read More Add your Comment 0 komentar
Menjaga Kesehatan Bagian dari Iman
Manusia terdiri dari jiwa dan raga, oleh karena itu menjaga raga merupakan suatu keharusan. Dengan raga yang bugar, kita dapat melakukan aktivitas yang melibatkan kegiatan secara fisik dan mental (spiritual). Diriwayatkan bahwa Nabi mengatakan: “Orang yang kuat lebih disukai oleh Allah dari pada orang yang lemah”. Hadits ini menekankan bahwa seorang muslim harus menjaga kesehatan.
Sebagai seorang yang beriman kita fahami bahwa sehat atau sakit sejatinya adalah datang dari Allah, dan syari’at sebagai jalan atau cara timbulnya sehat atau sakit. Abah Sepu sendiri dalam Nadhomnya: “Beresana Sare’ate yen wis beres bakal ketemu hakekate” (bokat salah punten dikoreksi). Jika kita kaitkan dengan sehat-sakit (sebagai hakekat) yang datang dari Allah Swt dan usaha atau ikhtiar (sebagai syare’at) yang dijalani manusia, maka akan dapat terumuskan sebagai berikut:
Ikhtiar: Menjaga = Sehat
Ikhtiar: Mengumbar kesehatan = Sakit
Dari rumusan di atas dijelaskan bahwa melalui ikhtiar menjaga kesehatan seperti menjaga pola makan dengan menu yang seimbang, makan dan minum yang bergizi, menghindari segala sesuatu yang dapat merugikan atau merusak kesehatan tubuh dan menjaga kebersihan akan menghasilkan sehat, yang pada hakekatnya sehat itu datang dari Allah Swt. Dan sebaliknya apabila tidak menjaga kesehatan dengan berperilaku kebalikannya, maka yang didapat adalah sakit. Dan pada hakekatnya sakit juga datang dari Allah Swt.
Kita semua percaya bahwa sehat itu datang dari Allah, sebagaimana konsep sederhana yang telah dipaparkan di atas, maka sudah kewajiban mukmin untuk menjaga tiap-tiap anugrah yang telah dilimpahkan-Nya termasuk juga kesehatan. Menjaga kesahatan artinya tidak merusaknya, menjaganya dari semua yang dapat merusak baik secara perlahan atau cepat. Tidak mengkonsumsi makanan yang tidak baik bagi tubuh alias makanan yang diharamkan syara’ juga merupakan usaha menjaga kesehatan. Karena pada intinya makanan tersebut diharamkan adalah karena membahayakan bagi kesehatan.
Termasuk dari perbuatan merusak kesehatan diri adalah dengan tidak menjaganya dan mengkonsumsi makanan/minuman yang tidak baik dan berakibat buruk hingga kematian. Artinya segala sesuatu yang jika dikonsumsi secara terus menerus baik secara perlahan atau sekaligus menyebabkan rusaknya tubuh adalah termasuk ke dalam makanan/minuman yang tidak baik untuk dikonsumsi. Allah berfirman:
“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi..! “ (QS 2:168)
Jelas Allah memerintahkan kepada manusia untuk mengkonsumsi yang halal dan yang baik-baik saja. Dan tidak memerintahkan untu berbuat kerusakan atas setiap anugrah yang allah berikan.
Allah berfirman:
لا تفــسدوا فىالأرض...........(الأية)
Janganlah engkau berbuat kerusakan di muka bumi..
Iman meliputi tiga perkara yaitu iman bil Lisan, bil Qolbi, dan bil Arkan. Artinya keimanan tidak cukup hanya dibuktikan dengan lisan atau ucapan saja, dibutuhkan tekad atau pengakuan hati terhadap kebenaran Allah yang Esa, dan wujud tindakan dalam pembuktian keimanan itu. Perbuatan kita baik itu mematuhi perintahnya atau melanggar larangannya menjadi cermin bagi keimanan kita masing-masing. Wujud dari iman bil arkan dalam hal ini adalah tentu saja menjaga kesehatan.
Kepada para pembaca sekalian, seperti kita semua tahu, bahwa keimanan seseorang tidak bisa diukur hanya dari satu perbuatan saja. Kita tidak bisa katakan muslim yang menghina muslim lainnya sebagai orang yang tak beriman atau imannya tipis. Atau kepada dua orang yang gemar bermain catur sementara adzan berkumandang lalu mereka mengabaikan suara adzan tersebut dan meneruskan permainannya, tentu kita tidak bisa mengatakan iman mereka hanya setebal kulit bawang. Bahkan terhadap orang yang berbuat zina sekali pun Rasul tidak menyebut dia sebagai seorang yang murtad, tetapi termasuk kepada perbuatan dosa besar, meskipun ketika melakukan perbuatan tersebut imannya terlepas sementara. Dan tidak bisa juga dipastikan seorang yang gemar sodaqoh memiliki keimanan yang kuat. Siapa tahu sodaqoh yang mereka lakukan bukan dikarenakan iman, tetapi justru karena ria dan penyakit hati lainnya.
Jadi keimanan seseorang tidak bisa kita ukur begitu saja. Hanya Allah azza wa jalla yang maha tahu siapa diantara hambanya yang paling beriman. Sebagai hambanya kita hanya melihat hal itu melalui ciri-ciri, tetapi ciri-ciri tersebut bukan untuk kita jadikan senjata untuk menghukumi beriman-tidak atau kuat-lemahnya iman saudara se-agama kita.
Iman meliputi tiga perkara yaitu iman bil Lisan, bil Qolbi, dan bil Arkan. Artinya keimanan tidak cukup hanya dibuktikan dengan lisan atau ucapan saja, dibutuhkan tekad atau pengakuan hati terhadap kebenaran Allah yang Esa, dan wujud tindakan dalam pembuktian keimanan itu. Perbuatan kita baik itu mematuhi perintahnya atau melanggar larangannya menjadi cermin bagi keimanan kita masing-masing. Wujud dari iman bil arkan dalam hal ini adalah tentu saja menjaga kesehatan.
Kepada para pembaca sekalian, seperti kita semua tahu, bahwa keimanan seseorang tidak bisa diukur hanya dari satu perbuatan saja. Kita tidak bisa katakan muslim yang menghina muslim lainnya sebagai orang yang tak beriman atau imannya tipis. Atau kepada dua orang yang gemar bermain catur sementara adzan berkumandang lalu mereka mengabaikan suara adzan tersebut dan meneruskan permainannya, tentu kita tidak bisa mengatakan iman mereka hanya setebal kulit bawang. Bahkan terhadap orang yang berbuat zina sekali pun Rasul tidak menyebut dia sebagai seorang yang murtad, tetapi termasuk kepada perbuatan dosa besar, meskipun ketika melakukan perbuatan tersebut imannya terlepas sementara. Dan tidak bisa juga dipastikan seorang yang gemar sodaqoh memiliki keimanan yang kuat. Siapa tahu sodaqoh yang mereka lakukan bukan dikarenakan iman, tetapi justru karena ria dan penyakit hati lainnya.
Jadi keimanan seseorang tidak bisa kita ukur begitu saja. Hanya Allah azza wa jalla yang maha tahu siapa diantara hambanya yang paling beriman. Sebagai hambanya kita hanya melihat hal itu melalui ciri-ciri, tetapi ciri-ciri tersebut bukan untuk kita jadikan senjata untuk menghukumi beriman-tidak atau kuat-lemahnya iman saudara se-agama kita.
Wallahu A'lam
Read More Add your Comment 0 komentar




